Bulutana, lokasi yang berada di Kelurahan Buluttana Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, adalah daerah dengan adat istiadat yang masih kental di masyarakatnya. Daerah yang terletak di selatan kota Malino ini, merupakan daerah wisata yang jangan sampai anda lewatkan jika berwisata di Malino.
Kampung Tua Bulutana memiliki cerita tersendiri, diyakini sebagai tempat pertama dataran tinngi yang di temukan oleh Raja Gowa pada saat itu yakni Sultan Hasanuddin. konon menurut cerita tempat ini adalah peristirahatan Sultan Hasanuddin saat menegmbara.
Situs Budaya yang masih bisa dikunjungi di daerah ini adalah Meriam peninggalan Jepang di Zaman dulu, ada pula Rumah adat yang masih berdiri kokoh tak tergerus zaman, makam tua yang di percaya sebagai nenek moyang leluhur masyarakat Bulutana, serta masih banyak lagi.
Destinasi wisata yang di sajikan bertema Wisata edukasi ini dapat anda akses dengan gratis, atau tanpa uang karcis dan semacamnya, anda hanya perlu melakukan perjalanan dari Kota Makassar dengan waktu tempuh sekitar 3 jam yang berjarak sekitar 70 km dari kota Makassar atau 3 km dari pusat kota Malino.
Saat ini masyarakat Bulutana tengah mengembangkan beberapa destinasi tambahan seperti Air terjun dan spot foto untuk menambah daftar anda liburan di kota Malino. termasuk akses jalan yang masih belum jalan mulus aspal, dalam hal ini Masyarakat Bulutana berharap agar Pemerintah memperhatikan hal tersebut, mengingat lokasi ini adalah aset yang perlu di lestarikan. di samping itu pula, banyaknya penduduk yang menggunakan akses jalan tersebut untuk kepentingan perekonomian lainnya.
Agar rasa penasaran anda hilang mengenai lokasi yang satu ini, anda di rekomendasikan untuk memasukkan lokasi situs ini ke list liburan anda. di jamin anda puas berwisata sambil mempelajari kebiasaan dan peninggalan-peninggalan yang ada di situs ini. Anda tak perlu ragu masalah keramahan Masyarakat, Masyarakat dengan Mayoritas Muslim tersebut di kenal sangat baik dan ramah, dan juga sangat menjunjung tinggi nilai - nilai kemanusiaan.









0 Komentar